5/14/2018

Miskin Yang Bahagia Dan Kaya Yang Sengsara

Miskin Yang Bahagia Dan Kaya Yang Sengsara
Kemiskinan dan kebahagian, seakan dua kalimat yang hanya sebatas kalimat yang faktanya jarang kita temukan. Karena selama ini, kita menganggap yang namanya orang miskin serba melarat, serba sengsara, dan serba tidak ada alias serba kekurangan.

Pengertian Kemiskinan dalam wikipedia dijelaskan. Adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.

Sementara itu, miskin dalam pandangan islam sering disebut-sebut dalam Al Quran. Seperti dalam surat at-Taubah ayat 60:
إنما الصدقات للفقراء و المسكين و العملين عليها و المؤلفة القلوبهم و في الرقاب و الغرمين و في سبيل الله و ابن السبيل فريضة من الله و الله عليم حكيم
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah: 60)

Ada yang mengatakan bahwa kemiskinan itu adalah ketidak adilan. Itu salah besar. Kemiskinan bukanlah ketidak adilan tapi pilihan hidup bebas bagi setiap orang. Dan Tuhan melaksanakan pilhan itu.

Apabila kita menilai keadilan itu dalam konteks ekonomi maka kita terjebak dengan esensi bahagia itu sendiri dan kalau kita teruskan maka kita akan kehilangan eksistensi hakikat Tuhan.
Apalagi karenanya segala daya harus di lakukan agar kemiskinan dapat di hapus. Peradaban, katanya di bangun dengan tujuan agar kemiskinan hilang berganti dengan kemakmuran. Indikator kemakmuran berdasarkan index kemiskinan yang ada di suatu negara.
Tapi orang lupa bahwa kemiskinan tidak indentik dengan penderitaan.Tidak indentik dengan hilangnya kebahagiaan. Ada seorang teman nampak stress berhari hari karena orderdil kendaraan lamborgini nya terlambat datang setelah di inden. Ada juga stress berhari hari ketika burung langka piaraannya mati.

Ada juga nampak resah sepanjang hari seakan sehari terasa ribuan tahun karena di indikasikan akan disidik oleh KPK. Padahal mereka semua itu bukanlah orang miskin tapi orang kaya yang berlebih harta dengan rumah dan apartment dimana mana.
Dengan demikian maka sampailah kita pada kesimpulan bahwa orang bahagia bukan karena harta atau status tapi karena sikap hidupnya. Ketika orang kaya menganggap dia hanya bisa bahagia apabila hartanya bertambah dan selalu menjadi yang terbaik maka dia tidak akan pernah bahagia dan pasti tidak pernah kaya.

Ketika orang miskin yang selalu resah dengan kemiskinannya, dia tidak pernah kaya, bahkan sangat miskin dari orang termiskin. Jadi kalau pemuka agama mengusung konsep utopia tentang keadilan dalan konteks ekonomi maka dia sedang mengkampanyekan anti Tuhan.
Yang membuat hidup ini rumit karena persepsi kita bahwa semua harus di ukur dengan materi. Padahal Materi itu nothing. Ilmu fisika mutakhir menyimpulkan antara energi dan materi tidak jelas. Apakah materi ada karena energi atau sebaliknya. Ia menjadi relatif. Artinya memang antara materi dan energi adalah permainan Tuhan.

Saudaraku…
Kehidupan Itu semua hanya senda gurau belaka. Hidup bukanlah rasa takut dan penuh kawatir karena hal yang belum terjadi. Hadapi hari ini dengan kerja keras karena anda harus bergerak tapi jangan mengejar keinginan. Anggap itu sebagai sebuah kebutuhan kehidupan.

Apapun yang didapat, syukuri  dan itu adalah berkah yang tak terbilang. Maka hidup akan mencapai kecukupan. Anda sadar bahwa apapun itu akan pergi begitu saja. Kaya dan miskin akan pergi. Anda lalui hidup ini dengan ceria atas dasar syukur selalu, itulah sumber kebahagiaan, dan hanya itu pilihan hidup anda.

Sendiri dalam ketaatan

 memilih sendiri dalam ketaatan
Untukmu yang lebih memilih sendiri dalam ketaatan.

Untukmu yang lebih memilih sendiri dalam ketaatan. Jangan goyah hanya karena melihat mereka yang bangga dalam suatu hubungan yang mereka sebut dengan pacaran.

Karena kamu telah terhindar dari kemaksiatan yang trend pada zaman sekarang. Tetaplah fokus untuk memperbaiki diri. Jagalah dirimu, jagalah kehormatanmu sebagai perempuan.

Sendiri dalam ketaatan itu lebih baik
Daripada berdua. Tapi menjerumuskan kedalam hal-hal Yang tidak baik. Bertahun tahun pacaran Hanya untuk jagain jodoh orang lain belum lagi dosa nya

Bahwa semua orang telah digariskan untuk hidup berdampingan di muka bumi ini. Ada yang datang. Ada pula yang pergi. Jika hingga saat ini kamu menunggu kedatangan jodohmu dengan berpangku tangan, Maka mulai sekarang aktiflah untuk menyiapkan diri menyambut jodoh yang akan menjemputmu

Karena jodoh itu sejatinya bukan untuk ditunggu tapi dibentuk Jika sudah ditemukan Pantaskan diri. Perbaiki diri
Dan jodoh itu akan datang.Dengan sendirinya menjemput dirimu


Jadilah perempuan bak mutiara yang tersembunyi dalam lautan, yang sangat sulit untuk dicari bahkan di dapatkan. 

اَلْخَبِيْثٰتُ  لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِ ۚ  وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ  لِلطَّيِّبٰتِ ۚ  اُولٰٓئِكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَ ۗ  لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)." (QS. An-Nur 24: Ayat 26)

3/28/2018

Sajak Meyempurnakan Separuh Agama

nikah separuh agama
Teruntukmu seseorang yang kelak nantinya akan meyempurnakan separuh agama. Mungkin untuk saat ini jarak yang menjadi penghalang. Entah dibelahan bumi mana berada,
Yang pasti selalu abadi dalam setiap doa kepada-Nya

Meskipun raga belum berjumpa. Jiwa belum bersama. Dan mata belum bisa untuk saling bertatap muka. Namun, percayalah. Bahwa suatu hari nanti, pasti akan ada masanya Allah mempertemukan.

Segala sesuatu yang sudah Allah garis takdirkan di lauhul mahfudz-Nya.
Pasti akan ada waktunya semesta untuk merestuinya.

3/14/2018

Al-Qur'an Surat Al-Qasas Ayat 25

al qur'an
Al-Qur'an Surat Al-Qasas Ayat 25 ini, berbicara tentang kemuliaan seorang wanita. Lihatlah, bagaimana Allah mengabadikan di dalam Al-Qur'an sifat wanita, yaitu sifat malu. Maka, berhiaslah dengan sifat malu, sesungguhnya sifat malu adalah sifat yang menambah diri seorang wanita menawan dan mendekatkan kepada ketaqwaan.

Allah SWT berfirman:

فَجَآءَتْهُ إِحْدٰىهُمَا تَمْشِى عَلَى اسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا  ۚ  فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ  ۖ  نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِينَ
"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikanmu memberi minum ternak) kami. Ketika (Musa) mendatangi ayah wanita itu (Syeikh Madyan) dan dia (Syeikh Madyan) menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu." (QS. Al-Qasas 28: Ayat 25)

Ibnul-Jauzi rahimahullah berkata tentang ayat ini ( Al-Qasas Ayat 25) :

Sebab rasa malunya ada tiga pendapat, salah satunya: Bahwasanya memang di antara sifatnya adalah malu, dia berjalan dengan cara jalannya wanita yang tidak biasa mondar-mandir keluar (rumah) (Zadul-Masir:3/380)

Al-Mufassir As-Si'di rahimahullah berkata : Ini menunjukkan kemuliaan tabiatnya dan akhlaqnya yang baik, karena sifat malu termasuk akhlaq yang mulia, terkhusus lagi pada diri wanita.(Tafsir As-Si'di: Al-Qashas ayat 25)

Macam-macam Siksaan Wanita Dalam Mi’raj Nabi Muhammad

Siksaan Wanita
Macam-macam Siksaan Wanita yang diceritakan dalam peristiwa Mi’raj Nabi Muhammad :

1. Wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu. Gambaran balasan wanita yang berhias bukan kerana suaminya.

2. Wanita tergantung pada rambutnya, otaknya menggelegak dalam periuk. Balasan wanita yang tidak menutup auratnya (rambut)

3. Wanita berkepala seperti babi, badannya seperti kaldai dan menerima berbagai balasan wanita yang suka membuat fitnah, bermusuh dengan jiran dan membuat dusta.

4. Wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri. Balasan wanita yang mengoda dan menghairahkan lelaki.

5. Lelaki dan wanita yang ditarik kemaluannya ke depan dan ke belakang serta dilontar mukanya ke api neraka. Kemudian ditarik dan dipukul hingga keluar api dari badannya. Balasan orang yang membesarkan diri dan takabur kepada orang ramai.

6. Lelaki dan wanita dimasukkan besi pembakar daging dari duburnya, keluar hingga ke mulutnya. Balasan orang yang membuat fitnah, mengejek dan mencaci.

7. Wanita tergantung rambutnya di pohon Zakkum, api neraka membakarnya lalu kering kecut dagingnya terbakar. Balasan wanita yang minum ubat untuk membunuh janin.

8. Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya. Balasan wanita yang menjadi penyanyi tidak sempat bertaubat.

9. Lelaki dan wanita yang masuk api ke dalam perut dari duburnya lalu keluar dari mulut. Balasan orang yang makan harta anak yatim.

10. Lelaki dan wanita kepalanya terbenam dalam api, dituang pula air panas ke badannya lalu melecur seluruh tubuhnya. Balasan orang yang berusaha ke arah pergaduhan sesama manusia.

Wanita Yang Suka Pamer Aurat, Ingatlah Adzabmu

adzab wanita
Ini jaman edan, wanita tak lagi seperti wanita, seakan ia mau menentang takdirnya sebagai perempuan, mengumbar aurat kemana-kemana. Larangan ia labrak, Al Qur'an tak didengar, hadits pun tak digubris, meskipun adzab menanti, ia , tak perduli. Yang penting happy bisa menarik perhatian orang, . 

Sangat disayangkan, kebanyakan wanita telah hilang dan pudar pada dirinya sifat yang mulia ini. Pamer aurat di tempat-tempat umum adalah hal yang biasa. Bahkan mereka yang dikatakan telah hijrah kadang tidak menjaga adab-adab syar'i selaku seorang wanita muslimah. 

Mulai dari suka selfi, diopload di berbagai medsos, jadi model iklan, dan berbagai macam tingkah dan prilaku yang disaksikan di medsos adalah tanda jauhnya para wanita dari sifat malu kecuali yang dirahmati Allah.

Kini, wanita tak lagi punya rasa malu. Kemuliaannya hilang gara-gara ingin jadi model bintang pujaan sosmed. Kehormatannya ambles hanya karena demi ingin dilihat di pinggir-pinggir jalan. 

Allah berfirman tentang wanita yang punya rasa malu :

فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ..
Lalu datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan rasa malu...(QS.Al-Qashas:25)

Al-Allamah Ibnul-Jauzi rahimahullah berkata:

Sebab rasa malunya ada tiga pendapat, salah satunya: Bahwasanya memang di antara sifatnya adalah malu, dia berjalan dengan cara jalannya wanita yang tidak biasa mondar-mandir keluar (rumah) (Zãdul-Masîr:3/380)

Al-Mufassir As-Si'di rahimahullah pun menafsirkan :

Ini menunjukkan kemuliaan tabiatnya dan akhlaqnya yang baik, karena sifat malu termasuk akhlaq yang mulia, terkhusus lagi pada diri wanita.(Tafsir As-Si'di: Al-Qashas ayat 25)

Lihatlah, bagaimana Allah mengabadikan di dalam Al-Qur'an sifat wanita, yaitu sifat malu. Ini adalah adab yang baik, utama, dan termasuk sifat yang paling mulia yang ada pada diri seorang wanita, apalagi jika dia seorang wanita muslimah.

Maka, berhiaslah dengan sifat malu wahai saudariku, sesungguhnya sifat malu adalah sifat yang menambah dirimu menawan dan mendekatkan kepada ketaqwaan.


Tentu sudah tidak asing lagi adzab bagi wanita yang sering diceritakan oleh Nabi kita. Rasulullah s.a.w. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang bermaksud:   “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu:

1.  Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam).

2. Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian. (Riwayat Muslim)


Mari sejenak merenung mengenaik Peristiwa Mi’raj Nabi Muhammad :

1. Wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu. Gambaran balasan wanita yang berhias bukan kerana suaminya.

2. Wanita tergantung pada rambutnya, otaknya menggelegak dalam periuk. Balasan wanita yang tidak menutup auratnya (rambut)

3. Wanita berkepala seperti babi, badannya seperti kaldai dan menerima berbagai balasan wanita yang suka membuat fitnah, bermusuh dengan jiran dan membuat dusta.

4. Wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri. Balasan wanita yang mengoda dan menghairahkan lelaki.

5. Lelaki dan wanita yang ditarik kemaluannya ke depan dan ke belakang serta dilontar mukanya ke api neraka. Kemudian ditarik dan dipukul hingga keluar api dari badannya. Balasan orang yang membesarkan diri dan takabur kepada orang ramai.

6. Lelaki dan wanita dimasukkan besi pembakar daging dari duburnya, keluar hingga ke mulutnya. Balasan orang yang membuat fitnah, mengejek dan mencaci.

7. Wanita tergantung rambutnya di pohon Zakkum, api neraka membakarnya lalu kering kecut dagingnya terbakar. Balasan wanita yang minum ubat untuk membunuh janin.

8. Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya. Balasan wanita yang menjadi penyanyi tidak sempat bertaubat.

9. Lelaki dan wanita yang masuk api ke dalam perut dari duburnya lalu keluar dari mulut. Balasan orang yang makan harta anak yatim.

10. Lelaki dan wanita kepalanya terbenam dalam api, dituang pula air panas ke badannya lalu melecur seluruh tubuhnya. Balasan orang yang berusaha ke arah pergaduhan sesama manusia.

Berhatilah-hatilah para wanita. Yang sering membuka rambut kepalanya. Dada yang sengaja dibuka ditonjolkan supaya kelihatan seksi. Berpakaian tapi telanjang. Yang suka pamer di sosmed. Ingatlah adzab yang sedang menunggu.

3/10/2018

Melarang Mahasiswi Bercadar, Sama Dengan Melarang Mentaati Aturan Agama

bercadar
Lagi-lagi Kasus larangan mahasiswi mengenakan cadar terjadi lagi. Dan anehnya, larangan tersebut dari salah satu Universitas Islam Negeri (UIN). Padahal cadar adalah satu syari'at islam bagi kaum wanita. 

Jika ada kampus entah itu UIN, PT, dsb. Jika melarang mahasiswinya menggunakan cadar, artinya sama saja melarang seorang mahasiswi untuk taat pada aturan agamanya.

Memang, perguruan tinggi memiliki otonomi kampus.Tapi tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap mahasiswanya karena tidak sesuai dengan keinginan kampus.

Bercadar adalah perintah dalam agama. Empat madzhab pun mewajibkan hukum cadar. Namun dalam madzhab syafi'i (para pengikutnya) berpendapat cadar adalah keutamaan. Pendapat inilah yang diambil oleh mayoritas islam sekarang ini.

Masalah mahasiswi mau menggunakan cadar atau tidak, hal itu tergantung pilihannya. Salahkah bila seorang wanita memakai cadar ke kampusnya? Seharusnya, kampus tidak boleh diskriminasi terhadap paham yang dianut mahasiswanya.

Kalau  cadar dilarang karena khawatir dengan paham radikal. Tak sedikit di luar sana tanpa cadar pun bahkan lebih radikal. Kalau dilarang bercadar karena tidak bisa menjamin waktu ujian kebenaran orangnya, bisa dilihat dari ciri-cirinya, dari suaranya, dari identitasnya, atau suruh buka cadar  untuk sementara untuk cek kebenarannya.

Aturan kampus melarang mahsiswinya bercadar tak ubahnya merampas hak asasi manusia. Lalu dimana kampus yang dulunya selalu menggaungkan tentang HAM? apakah cadar melaranggar HAM? Tentu tidak. Justru aturan kampus yang melarang bercadar itulah yang merampas HAM mahasiswinya.

3/09/2018

Kisah Adzan Terakhir Bilal bin Rabbah

kisah adzan bilal
Kisah Adzan Terakhir Bilal bin Rabbah. Kisah Bilal bin Rabbah ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Apalagi Bilal bin Rabbah merupakan salah satu sahabat, yang suaranya sandalnya di surga terdengar oleh Nabi.

Dalam buku 101 kisah teladan, Kisah Adzan Terakhir Bilal diceritakan :


Sejak Rasulullah wafat, Bilal meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak lagi melantukan Adzan di puncak Masjid Nabawi di Madinah. Bahkan permintaan Khalifah Abu Bakar ketika itu, yang kembali memintanya untuk menjadi muadzin tidak bisa Ia penuhi.

Dengan kesedihan yang mendalam Bilal berkata : 

“Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.”

Khalifah Abu Bakar pun bisa memahami kesedihan Bilal dan tak lagi memintanya untuk kembali menjadi muadzin di Masjid Nabawi, melantunkan Adzan panggilan umat muslim untuk menunaikan shalat fardhu.

Kesedihan Bilal akibat wafatnya Rasulullah tidak bisa hilang dari dalam hatinya. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan Madinah, bergabung dengan pasukan Fath Islamy hijrah ke negeri Syam. Bilal kemudian tinggal di Kota Homs, Syria...,

Sekian lamanya Bilal tak berkunjung ke Madinah, hingga pada suatu malam, Rasulullah Muhammad SAW hadir dalam mimpinya. Dengan suara lembutnya Rasulullah menegur Bilal :

“Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?“

Bilal pun segera terbangun dari tidurnya. Tanpa berpikir panjang, Ia mulai mempersiapkan perjalanan untuk kembali ke Madinah. 

Bilal berniat untuk ziarah ke makam Rasulullah setelah sekian tahun lamanya Ia meninggalkan Madinah.

Setibanya di Madinah, Bilal segera menuju makam Rasulullah. Tangis kerinduannya membuncah, cintanya kepada Rasulullah  begitu besar. 

Cinta yang tulus karena Allah kepada Baginda Nabi yang begitu dalam.

Pada saat yang bersamaan, tampak dua pemuda mendekati Bilal. Kedua pemuda tersebut adalah Hasan dan Husein, cucu Rasulullah.

Masih dengan berurai air mata, Bilal tua memeluk kedua cucu kesayangan Rasulullah tersebut.

Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah, juga turut haru melihat pemandangan tersebut. Kemudian salah satu cucu Rasulullah itupun membuat sebuah permintaan kepada Bilal.

“Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami.”

Umar bin Khattab juga ikut memohon kepada Bilal untuk kembali mengumandangkan Adzan di Masjid Nabawi, walaupun hanya satu kali saja. Bilal akhirnya mengabulkan permintaan cucu Rasulullah dan Khalifah Umar Bin Khattab...


Saat tiba waktu shalat, Bilal naik ke puncak Masjid Nabawi, tempat Ia biasa kumandangkan Adzan seperti pada masa Rasulullah masih hidup. Bilal pun mulai mengumandangkan Adzan.

Saat lafadz “Allahu Akbar” Ia kumandangkan, seketika itu juga seluruh Madinah terasa senyap.

Segala aktifitas dan perdagangan terhenti. Semua orang sontak terkejut, suara lantunan Adzan yang dirindukan bertahun-tahun tersebut kembali terdengar dengan merdunya.

Kemudian saat Bilal melafadzkan “Asyhadu an laa ilaha illallah“, penduduk Kota Madinah berhamburan dari tempat mereka tinggal, berlarian menuju Masjid Nabawi.

Bahkan dikisahkan para gadis dalam pingitan pun ikut berlarian keluar rumah mendekati asal suara Adzan yang dirindukan tersebut.

Puncaknya saat Bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah“, seisi Kota Madinah pecah oleh tangis dan ratapan pilu,  teringat kepada masa indah saat Rasulullah masih hidup dan menjadi imam shalat berjamaah.

Tangisan Khalifah Umar bin Khattab terdengar  paling keras. Bahkan Bilal yang mengumandangkan Adzan tersebut tersedu-sedu dalam tangis, lidahnya tercekat, air matanya tak henti-hentinya mengalir...

Bilal pun tidak sanggup meneruskan Adzannya, Ia terus terisak tak mampu lagi berteriak melanjutkan panggilan mulia tersebut.

Hari itu Madinah mengenang kembali masa saat Rasulullah masih ada diantara mereka. Hari itu, 

Bilal melantukan adzan pertama dan terakhirnya semenjak  kepergian Rasulullah. Adzan yang tak bisa dirampungkannya.