3/04/2018

Bukan Kebutuhan Hidup, Tapi Gaya Hidup Yang Membuat Sengsara

Gaya Hidup
"Sejatinya, yang membuat hidup sengsara bukanlah kebutuhan hidup. Tetapi Gaya Hidup. Hidup itu sederhana, namun seringkali kita lah yang membuatnya menjadi sulit"

Ya, gaya hiduplah yang membuat orang sengsara. Gaya hiduplah yang membuat kita kesrakat. Mengejar harta dunia yang tak kunjung usai. Tiada kepastian sampai kapan akan mencapai puncak kepuasan.

Tak mengerti apa sebenarnya yang kita cari. Pencapaian yang begitu membanggakan, gaya hidup yang terus di banggakan adalah jebakan  yang tak pernah selesai akan keinginan selainnya yang lebih lagi. Jika mampu, kita ingin mereguk yang lebih melimpah, lebih mewah, lebih indah, serta berjuta lebih-lebih yang lain. Tanpa kenal lelah, tanpa rasa putus asa.  tanpa kenal batas dan tak kenal tepi. bukankah memang akan selalu begitu keadaan para pencari dunia? Hanya untuk penampilan hidup yang ingin dinalai orang.

Betapa banyak orang diluar sana yang bekerja untuk menafkahi keluarga. Berapa banyak yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup hanya untuk sekedar makan. Namun tak pernah mengeluh karena mereka mencari sesuai kebutuhan, bersyukur terhadap apa yang didapatkan.

Disisi lain, ada orang yang diberi kecukupan, bahkan lebih. Namun tak pernah merasa cukup dari apa yang dimiliki. Orang memandangnya kaya, namun hatinya tetap merasa miskin bahkan sengsara. Karena melihat penampilan tetangganya yang selalu mewah. Melihat gaya hidup orang yang selalu mengalahkannya.

Ahirnya, ia merasa gaya hidupnya tak memenuhi keinginanya. Sehinnga iapun membabi buta mengejar harta dunia hanya untuk penampilan. Rasa iri pada gaya hidup orang lain membuat tidak sadar telah dibuat sengsara. Terobsesi pada harta, Terobsesi pada Gaya Hidup adalah mengejar yang tiada, mengejar bayang-bayan. Yang pada ahirnya hanya membuat penyesalan.

Penampilan gaya hidup yang lebih, tidak akan membuat hati kita tenang. Justru akan membuat kita sengsara. Bukankah dalam hidup, kita mencari ketenangan? Bukan kesengsaraan. Namun, terkadang kita masih tertipu. Tidak perduli dengan semua itu, karena yang kita pikirkan adalah hidup dalam pandangan orang. Kita terasa malu jika penilaian orang pada kita tak sempurna. Kita malu jika berpenampilan yang sederhana. Itulah gaya hidup...


EmoticonEmoticon